Minggu, 04 Desember 2011

pecak gabus

Pecak Gurame dan Gabus Pucung Khas...
[Nusantara]Pecak Gurame dan Gabus Pucung Khas Rumah Makan H Nasun

TIDAK salah bila makanan Betawi dikategorikan sebagai makanan sepanjang masa yang menjadi favorit masyarakat, terutama warga Jakarta dan sekitarnya.
Akan tetapi tidak semua tempat makanan khas Betawi menjual menu-menu Betawi Jadoel seperti pecak gurame dan gabus pucung yang sudah mulai langka. Apalagi belakangan ini makanan khas Betawi ini sangat sulit ditemui meskipun masih ada yang menjualnya.
Bila Anda adalah seorang penggemar berat kedua masakan tersebut dan merindukan citarasa sesuai pakemnya tak perlu ragu untuk mendatangi Rumah Makan H Nasun di Jalan Moh Kahfi, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Kepiawaian Bang Nasun --sebutan akrab H Nasun-- putra Betawi asli ini, dalam mengolah masakan pecak gurame dan gabus pucung terbukti kampiun dan tetap bertahan lebih dari 20 tahun lalu.
Untuk warung H Nasun, sebutan masyarakat penggemar pecak gurame dan gabus pucung memberikan kesan tersendiri. Ditengah hiruk-pikuk dan kepadatan kota Jakarta, masyarakat masih bisa menemukan makanan khas Betawi asli di bilangan Jagakarsa.
Di tempat yang tidak begitu luas namun bersuasana asri dan sejuk, warung milik H Nasun setiap hari banyak dikunjungi penggemar makanan pecak gurame dan gabus pucung. Berderet mobil pribadi milik pengunjung diparkir di halaman sempit warung H Nasun, menikmati nuansa asli makanan Betawi ini.
Saya sudah puluhan tahun berdagang di sini. Makanan khas Betawi ini sudah jarang di Jakarta, sehingga banyak orang yang masih mencari. Warung saya tak heran banyak yang datang ke sini, ujar H Nasun.
Rumah makan H Nasun berlokasi tak jauh dari Cagar Budaya Setu Babakan. Bila dari arah Cilandak harus melewati Kebagusan atau Jagakarsa menuju ke Jalan Moh Kahfi. Sebuah plang nama kecil berwarna merah bertuliskan Rumah Makan H Nasun.
Menurut H Nasun, warungnya sudah ditangani secara turun menurun, sejak kakek orangtuanya pertama kali berdagang di daerah Jalan Moh Mahfi, Jagakarsa. Bahkan hampir seluruh keluarga H Nasun ikut membantu pendaringan keluarga ini, yang tetap dijaga dan dilestarikan.
Banyak penggede-penggede (pejabat-Red) datang ke sini. Mereka pada kangen pada masakan Betawi ini. Mereka mengaku terkesan dengan masakan yang langka ini, kata H Nasun disaat disambangi Walikota Jakarta Selatan Syahrul Effendi bersama jajaran beberapa waktu lalu.
Bahkan Kepala Sudin Pariwisata Jakarta Selatan AZ Harahap mengaku walau dia kelahiran tanah Batak, tetapi ia tetap menyukai masakan khas Betawi bikinan H Nasun. Tidak ada lagi masakan Betawi seenak di warung H Nasun, ucapnya.
Namun begitu walau warung H Nasun terbilang berukuran kecil yakni seluas 5 x 10 meter, pengunjung yang datang setiap hari antre, tetapi tak menyurutkan minat pembeli.
Saya juga bisa merasakan masakan Betawi ini. Walau masakan zaman dahulu, tapi aroma dan gurihnya bisa dijamin puas bila menyantap masakan H Nasun, ujar Syahrul Effendi.
H Nasun mengaku banyak yang mendatangi untuk minta resep masakannya, namun ia tak pernah memberikan karena resep itu adalah milik keluarganya saja. Bahkan kata H Nasung suatu hari ada yang berani membayar jutaan rupiah asal resep masakan pecak gurame dan gabus pucung diberikan kepadanya.
Saya bersama keluarga tak memberikan karena resep ini hanya bagi keluarga saja yang asal Betawi saja. Maka berapun saya dibayar saya tak mau memberikan resep masakan ini, katanya.(nazar)
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar